Loading...

Buah Nusantara, Lebih Sehat dan Aman

17:50 WIB | Tuesday, 17-February-2015 | Nasional | Penulis : Julianto

Martati Amran Sulaiman memberikan bingkisan buah nusantara kepada Ketua Umum Masyarakat Pencinta Buah dan Sayuran Nusantara, Mieke Suswono.

Membandingkan buah produk dalam negeri dengan buah impor memang akan terlihat bedanya, terutama dari segi bentuknya. Buah impor akan terlihat lebih mulus ketimbang produk petani Indonesia.

 

Tapi jangan tergiur dengan bentuknya. Meski penampakan buah impor lebih kinclong, tapi dari sisi rasa buah nusantara lebih menggoda. Dari sisi keamanan pangannya juga buah nusantara lebih terjamin.

 

“Memang banyak masyarakat yang tergiur buah impor karena fisiknya yang lebih baik dan harganya yang relatif lebih murah,” kata Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian, Djamil Musanif saat Promosi Cinta Buah Nusantara di Jakarta, pekan lalu.

 

Namun jika dilihat dari rasa dan keamanan untuk dikonsumsi, ungkap Djamil, buah dalam negeri tidak kalah lezat. Selain tanpa pengawet dan pelapis lilin, buah produksi petani dalam negeri lebih segar. Kandungan gizinya juga lebih baik, karena waktu panen hingga pemasaran relatif lebih singkat.

 

Keunggulan lain, buah nusantara adalah keunikan dan keragamannya, sehingga diminati baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. “Keunggulan dan keunikan inilah yang harus dikembangkan dengan memperkenalkan dan mempromosikan kepada dunia usaha maupun khalayak umum,” katanya.

 

Menurut Djamil, kasus buah apel AS yang teridentifikasi mengandung bakteri, membuka mata bahwa buah Indonesia jauh lebih layak untuk dikonsumsi dan layak ekspor. Karena itu pemerintah melakukan pembatasan terhadap buah impor. “Namun kebijakan ini harus diimbangi dengan upaya peningkatan kuantitas dan kualitas produk dalam negeri,” ujarnya.

 

Hasilkan Varietas Unggul

 

Dengan potensi plasma nutfah yang ada, Djamil mengatakan, Indonesia berpeluang hasilkan varietas atau klon buah unggul. Dari tujuh spesies buah tropika utama yakni, pisang, jeruk, durian, nangka, langsat, lengkeng, mangga, rambutan dan manggis, Indonesia mempunyai lebih dari 6.000 sumber plasma nutfah. “Potensi alam kita juga sangat mendukung. Iklim, lahan dan agroklimat yang memungkinkan musim panen dapat dilakukan di tiap daerah,” kata dia.

 

Menurutnya, peluang pengembangan buah dalam negeri sangat besar. Apalagi kebutuhan produk hortikultura akan makin meningkat sejalan dengan peningkatan pendapatan, serta pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan gizi dan kehidupan yang lebih berkualitas.

 

FAO telah menetapkan, kecukupan konsumsi buah mencapai 73 kg/kapita/tahun. Sedangkan standar kecukupan untuk sehat sebesar 91,25 kg/kapita/tahun. Sementara konsumsi buah masyarakat Indonesia baru sekitar 40 kg/kapita/tahun. “Untuk itu diperlukan kampanye atau promosi meningkatkan konsumsi buah nusantara,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kasubdit Tanaman Terna dan Merambat, Direktorat Pasca Panen dan Buah, Ditjen Hortikultura, Mardiyah mengatakan, dilihat dari ketersediaan, buah dalam negeri sangat cukup. Faktanya buah impor yang ada di pasar dalam negeri hanya sekitar 5% dari total buah yang ada. Total produksi buah di dalam negeri mencapai 18 juta kg dan impor hanya sekitar 914 ton. “Jadi jumlah buah produksi dalam negeri jauh lebih besar dari apa yang dibayangkan masyarakat,” katanya.

 

Adapun Asmen Usaha dan Pengembangan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Sugiono mengatakan, data pemasukan buah di Pasar Induk Kramat Jati buah dalam negeri mencapai 99%. Selama tahun 2014, pasokan buah lokal sebanyak 371.478 ton dan impor hanya 700 ton. “Buah nusantara juga lebih disukai karena lebih segar karena distribusinya dekat. Pasokan buah dari dalam negeri seperti pisang, nanas, jeruk selalu ada sepanjang tahun,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Masyarakat Pencinta Buah dan Sayuran Nusantara, Mieke Suswono menegaskan, meski harganya lebih murah tidak ada alasan memilih buah impor. Buah nusantara lebih beragam, sehingga masyarakat bisa mendapatkan kapan saja. Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162