Loading...

Bulan Bakti Karantina Pertanian, Dukungan Terhadap Upsus Peningkatan Produksi Pangan

13:31 WIB | Monday, 22-June-2015 | Karantina, Non Komoditi | Penulis : Kontributor

Badan Karantina Pertanian telah 138 tahun mengabdi untuk bangsa dan negara. Perannya sebagai garda terdepan dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan serta organisme pengganggu tumbuhan, menjadi salah satu komponen penting dalam pembangunan pertanian khususnya menjaga keamanan pangan.

 

Upacara Bulan Bakti Karantina tanggal 8 Juni 2015 diperingati sebagai momentum cegah tangkal hama penyakit hewan dan tumbuhan demi memperkuat upsus peningkatan produksi pangan yang tengah dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian di bawah pimpinan Amran Sulaiman. Sebanyak 300 orang hadir dalam upacara, yaitu Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Karantina seluruh Indonesia serta perwakilan dari beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Jabotabek. Upacara dilaksanakan di Kantor Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian, Cibitung Rawa Banteng Bekasi. Kepala Badan Karantina Pertanian diwakili oleh Sekretaris Badan Karantina Pertanian drh. Mulyanto, MM sebagai Inspektur Upacara.

 

Inspektur upacara menyampaikan 5 amanat untuk karantinawan dan karantinawati di seluruh Indonesia, masing-masing adalah : (1) tingkatkan selalu ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar senantiasa diberikan hidayah-Nya; (2) terus menerus menjaga martabat dan integritas, dengan selalu melaksanakan tugas penuh disiplin dan tanggung jawab serta menghindari dari perbuatan tercela; (3) senantiasa meningkatkan kompetensi dan kemampuan guna menghadapi tugas yang lebih berat;(4) temu dan kenali sedini mungkin potensi permasalahan yang mungkin timbul dan segera lakukan evaluasi, advokasi, dan koordinasi sesuai dengan kewenangan guna mendapatkan solusinya; dan (5) perkuat jiwa korps karantinawan dan karantinawati untuk selalu bahu membahu dalam pelaksanaan tugas.

 

Badan Karantina Pertanian yang didasarkan pada mulai diundangkannya Undang-Undang No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan pada tanggal 8 Juni 1992, menjadi landasan dan sekaligus sebagai kodifikasi hukum bagi penyelenggaraan perkarantinaan hewan, ikan dan tumbuhan di Indonesia.

 

Meskipun dari catatan sejarah diketahui bahwa peraturan perundang-undangan perkarantinaan yang diterbitkan pertama kali di Indonesia adalah ordonansi larangan pemasukan tanaman dan biji kopi dari Sri Langka yaitu Staatsblad No. 262 Tahun 1877. Oleh karena itu sesungguhnya sudah 138 tahun praktek penyelenggaraan perkarantinaan di Indonesia dilakukan, dengan berbagai macam kondisi dan situasi yang harus dilalui.

 

Kedepan tantangan akan semakin berat, hal ini dapat dilihat yaitu dengan mulai diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun ini, serta terjadinya beberapa perubahan lingkungan strategis sehingga menuntut kesiap-siagaan dan profesionalitas petugas karantina di benteng terdepan pertanian Indonesia. Peran karantina pertanian harus benar-benar optimal dalam menjaga masuknya produk pertanian dari luar negeri, sehingga produk pertanian tersebut benar-benar aman, baik dari sisi kesehatan produk pertanian itu sendiri dan aman bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, untuk dapat memenuhi keinginan tersebut sudah barang tentu diperlukan peraturan yang lebih komprehensif, yang di dalamnya selain mengatur tentang pencegahan HPHK dan OPTK  juga hal-hal lainnya yang terkait dengan keamanan pangan, pakan, dan lingkungan.

 

Di akhir upacara yang berlangsung khimad, ditampilkan demo bela diri Barantan, demo anjing pelacak serta devile pasukan 32 yang merupakan adalah peserta Pelatihan Dasar Karantina Pertanian Tahun 2015 yang telah dilatih secara khusus. Hal ini menunjukkan kesiapan insan karantina pertanian di pintu-pintu keluar dan pemasukan di seluruh Indonesia siap menjadi garda terdepan pertanian Indonesia. Dirgahayu 138 Tahun Karantina Pertanian di Indonesia. Endah/Pranata Humas Barantan

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162