Loading...

Pertolongan Allah

11:47 WIB | Monday, 19-December-2016 | Agri Wacana, Siraman Rohani | Penulis : Kontributor

Oleh: Syamsu Hilal

 

Allah Swt tidak perlu pertolongan, karena memang Allah Maha Kuat, Maha Kuasa, dan Maha Perkasa. Allah tidak perlu pertolongan, karena Allah Pencipta, sedangkan manusia yang dicipta. Kalau manusia “menolong” Allah, bukan karena Allah perlu pertolongan. Manusia “menolong” Allah, semata-mata karena manusia perlu pertolongan Allah. “Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad [47]: 7).

 

Manusia perlu pertolongan Allah, karena manusia diciptakan bersifat lemah (QS An-Nisa [4]: 28). Manusia tak mampu menolong orang lain, jika bukan atas izin Allah. “...Dan di antara mereka ada yang bersegera berbuat kebaikan dengan izin Allah” (QS Fathir [35]: 32). Bahkan dengan segudang kelemahannya, manusia tak mampu menolong dirinya sendiri, jika tidak ditolong Allah. “Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah” (QS Al-Baqarah [2]: 102).

 

Fir’aun yang serba kuasa di bumi dan menisbatkan dirinya sebagai tuhan (QS An-Nazi’at [79]: 24; QS Al-Qashash [28]: 38), ternyata tak mampu menyelamatkan nyawanya sendiri dari amukan gelombang laut yang menenggelamkannya. “...Dan Kami tenggelamkan Fir´aun dan pengikut-pengikutnya, dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim (QS Al-Anfal [8]: 54).

 

Nabi Ibrahim As, “menolong” Allah Swt dengan cara memadamkan ajaran kemusyrikan Raja Namrud, lalu Allah Swt menolong Nabi Ibrahim As dengan memerintahkan api untuk mengubah sifat panasnya menjadi dingin. Kami berfirman, Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim’ (QS Al-Anbiya` [21]: 69).

 

Nabi Musa As “menolong” Allah Swt dengan cara menghentikan kezaliman Fir’aun berakhir dengan kemenangan Nabi Musa As. Ketika Nabi Musa As merasa gentar di dalam hatinya menghadapi keberingasan Fir’aun, Allah Swt mengokohkan pendiriannya, "janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang)” (QS Thaha [20]: 67-68).

 

Jadi, kita “menolong” Allah semata-mata agar Allah menolong kita dan memuliakan kita, sebagaimana Allah Swt memberikan pertolongan dan kemuliaan kepada para Nabi dan Rasul, serta orang-orang yang mengikuti jejak para Nabi dan Rasul disepanjang zaman.

 

Semoga para petani dan pegiat pertanian yang berjuang menyediakan pangan mendapatkan pertolongan Allah, karena dia telah menolong manusia dari ancaman kelaparan. Wallahu a’lam bish shawab.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162