Loading...

Satu Juta Hektar Lahan Buah

16:00 WIB | Monday, 09-May-2016 | Komoditi, Hortikultura | Penulis : Kontributor

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bersama Direksi PTPN 8 dan Rektor IPB saat di kebun pisang di Sukabumi yang dikelola PTPN 8

Kebutuhan buah tropika terus meningkat. Tak hanya untuk dalam negeri, tapi  juga luar negeri (ekspor). Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, pemerintah menargetkan 1 juta hektar (ha) penanaman  baru pohon buah nusantara di seluruh Indonesia.

 

Target tersebut terdiri dari 200 ribu ha penanaman baru melalui perkebunan nusantara skala besar yang dilaksanakan PTPN, perusahaa  asing dan perusahaan swasta nasional.  "Untuk tahun ini akan ada seluas 100 ribu ha dan kita koordinasikan dengan 6 PTPN," kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat soft launching Festival Bunga dan Buah Nusantara 2016, Senin (9/5).

 

Sementara itu Rektor IPB, Herry Suhardiyanto mengatakan, hingga kini PTPN VIII sudah menghasilkan buah-buahan dari lahan seluas 22 ribu ha. Lahannya ada di Subang, Sukabumi dan Garut.

 

PTPN VIII, sejak 2012 gencar mengembangkan tanaman buah tropis seperti manggis, durian pada lahan masing-masing seluas 3.000 ha. Di sela-sela tanaman manggis dan durian, PTPN VIII menanami buah pisang dan pepaya.  Untuk petani, kelompok tani dan perusahaan berskala UKM, pengembangan lahan seluas 600 ribu ha untuk produksi buah.

 

"Kita fokus pada pengembangan 12 buah komersial utama antara lain jeruk (keprok dan bali), durian, mangga, manggis, alpukat, nanas, rambutan, salak, pisang, pepaya, melon dan semangka," ungkap Herry.

 

Adapula lima buah-buahan komersial yang potensial untuk dikembangkan antara lain lengkeng, jambu biji, buah naga, kelapa hijau, kopyor dan asam jawa. "Buah juga menjadi instrumen diversifikasi pangan. Harapannya indonesia menjadi produsen terbesar buah tropika dari Indonesia tahun 2045," harap Herry. Gsh

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162